Friday, May 7, 2021

Konduktor dengan penampilan ekspresif

Orkestra tidak lepas dari peran dirijennya (konduktor / conductor), siapakah konduktor dengan penampilan ekspresif dan memikat? Inilah diantaranya:

Alondra de la Parra

chicagotribune.com
Alondra de la Parra adalah konduktor Meksiko, lahir tanggal 31 Oktober 1980 di New York, anak dari Manelick de la Parra, seorang penulis dan editor, dan Graciela Borja, seorang ahli sosiologi dan edukator. Ayahnya sedang belajar film di Universitas New York dan ibunya pelajar sosiologi di The New School pada saat dia dilahirkan dan dibesarkan sampai usia tiga tahun. Alondra adalah ibu dari dua orang anak laki-laki, Luciano (lahir 2016) dan Julian (lahir 2018). (Wikipedia).

Dalam video yang diunggah wocomoMUSIC di YouTube (20 Juni 2018), Alondra menjadi konduktor L'Orchestra de Paris yang memainkan Danzon No. 2 karya Arturo Marquez.  

Selamat menikmati.



Tomomi Nishimoto

timeoutshanghai.com
Tomomi Nishomoto lahir di Osaka, Jepang pada 22 APRIL 1970. Pengalamannya bermain piano, yang didapatkan dari ibunya pada usia tiga tahun, dan pengaruh musikal ibunya mendorong dia untuk tertarik menjadi konduktor di kemudian hari. Setelah menerima Bachelor of Music in Compositiond ari Osaka College of Music pada tahun 1994, dia diterima di Saint Petersburg State Conservatory.

Meskipun dia memiliki pengalaman sebagai konduktor opera sewaktu menghabiskan tahun-tahunnya di Osaka College if Music sebagai wakil konduktor, karir formalnya sebagai konduktor dimulai pada tahun 1998 dengan Kyoto Symphony Orchestra. Sejak itu dia telah menjadi konduktor di banyak orkes terkenal Jepang dan telah menerima berbagai penghargaan, seperti Idemitsu Award (199), St. Stainslav Medal (1999) dan Sakura konohana Award (2000). (Wikipedia)

Dalam video yang diunggah CLASSICsungtaek di YouTube pada 2009, Tomomi menjadi konduktor Russian Bolshoi Symphony Orchestra yang memainkan Hungarian Dance No. 1 dan No. 5 karya Brahms.

Selamat menikmati.





Yuri Simonov

Yuri Ivanovich Simonov (Dalam Bahasa Rusia: Ю́рий Ива́нович Си́монов) lahir pada tanggal 4 Maret 1941 di Saratov, Uni Sovyet adalah konduktor Rusia. Dia belajar di Leningrad Conservatory di bawah bimbingan Nikolai Rabinovich, dan kemudian menjadi asisten konduktor untuk Yevgeny Mravinsky pada Leningrad Philharmonic Orchestra. 

Simonov pertama kali menjadi konduktor pada Bolshoi Theatre tahun 1969, yang kemudian menjadi konduktor kepala pada Februari 1970, konduktor kepala termuda dalam sejarahnya. Dia menempati posisi tersebut sampai tahun 1985. Pada tahun 1986 dia mendirikan the USSR Maly State Orchestra, dan selanjutnya membuat beberapa rekaman komersial dengan ensembel. Dia menjadi direktur musik pada Orkes Filharmonik Moskow pad 1998. Di luar Rusia, Simonov adalah direktur musik Orkes Nasional Belgia pada tahun 1994 hingga 2002. 

Kita saksikan bagaimana dia beraksi sebagai konduktor dalam Hungarian Dance No 6 berikut ini, dalam video yang diunggah di YouTube oleh VicSymphonyOrchestra, 1 Agustus 2011. Karya Brahms ini dimainkan oleh Moscow Philharmonic Orchestra. Selamat menyaksikan.

https://www.youtube.com/watch?v=DyMpL_dIt6U



Mitsuko Uchida

classicalpost






Dame Mitsuko Uchida, lahir pada 20 Desember 1948, adalah pemain piano dan sekaligus konduktor musik klasik, lahir di Jepang dan menjadi warganegara Inggeris, terutama dikenal karena interpretasinya atas musik Mozart dan Schubert. 

Mitsuko telah sering tampil di banyak orkestra, membuat rekaman berbagai repertoar dan memenangkan banyak penghargaan (diantaranya Dame Commander of the Order of British Empire pada tahun 2009) dan sejak tahun 2013 menjadi Artistic Director pada Marlboro Music School and Festival, satu-satunya musisi yang menjadi Artistic Director sejak co-founder Rudolf Serkin. Dia juga menjadi koduktor banyak orkestra-orkestra besar.  

Simak penampilannya yang ekspresif sebagai pianis sekaligus konduktor dalam pagelaran Piano Concerto K 466 ciptaan Mozart, dimainkan oleh Camerata Salzburg, yang diunggah di YouTube oleh forye pada 11 November 2012.




Friday, August 23, 2013

Schumann hampir bunuh diri karena depresi

Robert Schumann (www.allmusic.com)
Robert Schumann, komponis asal Jerman dari abad ke 19 (1810-1856) tidak menyukai bentuk musik yang panjang, seperti simfoni dan konserto (meskipun beberapa bagian dari konsertonya memiliki momen-momen yang indah) dan ekspresinya memiliki rentang yang panjang dalam lagu dan ciptaan ciptaan pendek untuk piano. 

Kemampuan Schumann yang luar biasa tercermin pada ciptaan-ciptaannya yang merupakan pengejawantahan dari keadaan jiwa yang rumit dan terkadang fana seperti tercermin dalam lagu ciptaanya Puisi Cinta (Dichterliebe), dan kumpulan karya-karya piano pendeknya termasuk Fantasia (Phantasiestrucke), Pemandangan Masa Kanak-kanak (Kinderzenen) dn Pemandangan Hutan (Waldzenen). 

Dalam lagu-lagu ciptaannya, seperti yang dicatat oleh para kritikus musik, Schumann telah mencapai tingkat penyatuan musik dan puisi yang tidak mudah difahami dimana para penyair dan pemusik Romantik menyebutnya sebagai tujuan seni yang paling utama.

Ayah Schumann adalah seorang penjual buku yang mendorong talenta musik dan minat baca anaknya. Robert Schumann mulai belajar piano pada umur 10 tahun. Tahun 1828 ia mendaftar di Universitas Leipzig sebagai mahasiswa hukum, meskipun ia menemukan musik, filsafat dan bar Leipzig lebih menarik perhatiannya daripada hukum. Dia kemudian belajar piano dari Friedrich Wieck, guru piano Leipzig yang mashur pada waktu itu. Keluarga Schumann sebenarnya memiliki penyakit mental yang serius, dan sang komponis, yang lebih banyak menderita dalam kondisi depresi, hampir gila dengan kombinasi antara ketakutan dan ketertarikan yang khas Romantik. Sebagai pemuja wanita yang kompulsif dan peminum berat, Schumann hidup dalam seputar masalah-masalah psikologis. Upayanya untuk menjadi pemain piano konser gagal setelah dia menderita kelumpuhan sebagian tangan kanannya. Schumann akhirnya memutuskan untuk menjadi komponis dan penulis musik sebagai pilihan karirnya.

Sementara itu, Clara Wieck, anak guru pianonya jatuh hati pada Schumann, dan mereka saling jatuh cinta. Mereka menikah secara resmi tahun 1840, satu hari sebelum hari ulang tahun Clara ke 21, meskipun ayah Clara dengan keras mementangnya. Pada periode ini semangat Schumann dalam mencipta sangat tinggi. Dalam kurun waktu satu tahun saja (1841) dia begitu banyak mencipta lagu sampai tahun itu disebut "tahun lagu", tahun dimana era Romantik mencapai puncaknya. Adalah Clara yang mendorong semangat Schumann dalam melahirkan karya-karyanya. Keempat Simfoni ciptaannya masih menjadi repertoir konser sampai sekarang, tapi karya operanya, Genoveva, kurang berhasil. Dia pernah menyandang beberapa jabatan penting dalam bidang musik: menjadi guru musik di Leipzig Conservatory yang baru saja dibentuk, kemudian menjadi direktur musik di Dusseldorf, tapi dianggap gagal. Pada 27 Februari 1854 dia menceburkan diri ke Sungai Rhine yang beku. Setelah diselamatkan, dia secara sukarela masuk rumah pengasingan. Meskipun sempat membaik, kondisinya semakin lama semakin memburuk dan akhirnya meninggal tahun 1856, kemungkinan karena terjangkit penyakit sipilis. (Disarikan dari tulisan Zoran Minderovic dalam www.allmusic.com).

Mari kita dengarkan beberapa dari karya Schumann yang terkenal itu, yaitu Dichterliebe, Fantasia dan Kinderzenen. Dichterliebe dinyanyikan oleh Thomas Quasthoff dengan iringan piano Helene Grimaud, Kinderzenen dimainkan oleh Martha Argerich pada piano, dan Fantasia dimainkan pada piano oleh Khatia Buniatishvili. Semuanya diunduh dari YouTube. Selamat menikmati...






Thursday, August 15, 2013

Komposisi pilihan bulan ini

Musik abadi memiliki rentang yang panjang mulai dari era Barok, Klasik, Romantik sampai Modern, dengan rentang sampai 400 tahun. Era Barok dimulai pada tahun 1600 sampai 1750, kemudian era Klasik dari tahun 1750 sampai 1830, era Romantik mulai tahun 1804 sampai 1949 dan era Modern dari 1900-an sampai tahun 2000-an.

Komponis dari segala jaman (Wikipedia)
Masing-masing era memiliki sejumlah komponis yang merajai era-nya. Sebutlah misalnya Scarlatti di era Barok, Bach dan Mozat di era Klasik, Beethoven sampai Rachmaninoff di era Romantik, dan Debussy serta Ravel di era Modern. Tapi masih banyak lagi komponis-komponis yang menghasilkan karya-karya dengan melodi indah yang tidak lekang dimakan usia sampai sekarang bahkan mungkin sampai abad-abad mendatang.

Memilih komposisi yang mewakili era-nya masing-masing adalah pekerjaan yang sangat sulit dan bahkan mustahil untuk dilakukan. Tapi saya mencoba membuat pilihan komposisi, paling tidak untuk bulan ini, yang akan saya sajikan untuk anda semua penikmat musik abadi. Inilah komposisi pilihan saya bulan ini:

  1. Sonata dalam B Kecil dari Scarlatti, dari era Barok,
  2. Bagian Ketiga dari Klaviertrio G Dur karya Haydn dari era Klasik,
  3. Bagian Rondo dari Konserto Biola karya Beethoven dari era Romantik, dan
  4. Clair de Lune karya Debussy dari era Modern. 

Karya Scarlatti dimainkan oleh Yllka Istrefi pada piano, diunduh dari YouTube (unggahan Yllka Istrefi, 19 Jan 2013):





Karya Haydn dimainkan oleh trio Patricia Kopatchinskaja pada biola, Sol Gabetta pada violonselo dan Henri Sigfridsson pada piano, diunduh dari YouTube (unggahan rgypsy, 12 Juni 2012):



Karya Beethoven dimainkan oleh Arabella Steinbacher pada biola dengan iringan The German Radio Philharmonic Orchestra in Saarbruchen, dengan konduktor Fabrice Bollon, diunduh dari YouTube (unggahan CanisLupusSeeUs, 11 Feb 2011):



Karya Debussy dimainkan pada piano oleh Angela Hewitt pada Royal Conservatory of Music at Toronto's Koerner Hall, diunduh dari YouTube (unggahan CBC Music, 11 Feb 2012):






Sang Maha Pencipta memperlihatkan keindahan-Nya melalui karya-karya mereka yang abadi. Selamat menikmati!


Monday, July 8, 2013

Sonata Piano "Appassionata" (Beethoven)

Musik klasik tidak harus dimainkan di dalam gedung konser yang megah yang dihadiri undangan berpakaian rapi, jas, dasi dan gaun malam, tapi ternyata bisa juga dimainkan dan didengar di pinggir jalan, diantara hiruk pikuk orang berlalu lalang. Inilah yang dilakukan Valentina Lisitsa, pemain piano kelahiran Ukraina. 

Dia memainkan bagian ketiga Sonata Piano ciptaan Beethoven yang dikenal dengan nama Appassionata di piggir jalan kota Paris beberapa hari yang lalu. Dan dia memainkannya pada piano jenis upright, piano yang tingginya cuma satu meter dan hanya memiliki 85 tuts (piano salon biasanya memiliki 90 tuts). 

Nikmati permainan piano Valentina Lisitsa berikut ini, yang diunggah oleh Valentina sendiri di YouTube pada tanggal 4 Juli 2013.



Beethoven sendiri menulis karya Appassionata pada bulan Februari 1807 di Wina. Appassionata (Piano Sonata No 23 dalam F kecil opus 57), adalah satu dari tiga piano sonata yang telah diciptakannya, yang dianggapnya paling "bergairah" atau passionate. Nama Appassionata sendiri baru digunakan pada tahun 1838 setelah Beethoven meninggal. (Sumber: Wikipedia)

Sunday, June 30, 2013

Etude Opus 8 No 11 (Scriabin)

Alexander Scriabin (Wikipedia)
Karya-karya Scriabin kebanyakan berupa komposisi piano. Dengan nama lengkap Alexander Nikolayevich Scriabin, komponis Rusia yang lahir pada tahun 1872 ini dalam karya-karya awalnya banyak dipengaruhi oleh Chopin. 

Scriabin adalah salah seorang komponis yang paling inovatif dalam jajaran komponis awal modern. Menurut the Great Soviet Encyclopedia, komponis ini dicemooh sekaligus dicinta banyak orang. Leo Tolstoy, novelis Rusia pernah mengatakan musik Scriabin sebagai "pernyataan jujur seorang jenius". Tidak dapat disangkal bahwa Scriabin telah memberikan dampak dalam musik dunia sepanjang masa, dan memengaruhi banyak komponis lainnya seperti Roy Agnew, Nikolai Roslavets, Sergei Prokofiev dan Igor Stravinsky. 

Karya-karya Scriabin meliputi 10 piano sonata dan puluhan karya tunggal lainnya, umumnya untuk piano. Peminat karya-karya Scriabin dapat mengunjungi situs www.scriabinsociety.com
(Dari Wikipedia dan berbagai sumber).

Salah satu karya Scriabin, Etude Opus 8 No 11 yang dimainkan Lola Astanova berikut ini, bisa memberikan gambaran betapa karyanya sangat melodius dan romantis. Video ini diunggah ke YouTube oleh Lola Astanova sendiri pada tanggal 11 Desember 2012. 


Lola Astanova adalah pemain piano Rusia-Amerika kelahiran Tashkent tahun 1985, dikenal sebagai pianis yang terkadang mengandalkan parasnya yang cantik, meskipun kepiawaiannya memainkan piano tidak diragukan lagi. Astanova banyak memainkan karya-karya Chopin, Liszt dan Rachmaninoff. Lebih jauh tentang Lola Astanova, kunjungi situs resminya di www.lolaastanova.com

Konserto Warsawa (Addinsell)

Richard Addinsell (classicfm.com)

Addinsell (Richard Stewart Addinsell) adalah komponis kelahiran Inggeris tahun 1904, dikenal sebagai komponis untuk musik latar film, khususnya Konserto Warsawa yang diciptakannya tahun 1941. Konserto Warsawa sudah akrab ditelinga saya pada awal tahun 70-an, dimana komposisi ini menjadi musik latar acara pembacaan cerita pendek di 8EH Radio ITB, yang diputar setiap minggu siang. Lama saya tidak mendengar komposisi ini dan baru setelah mencarinya di YouTube, saya menemukan kembali ciptaan Addinsell ini, yang membawa kenangan lebih dari 40 tahun yang lalu sewaktu saya masih menuntut ilmu di ITB, Bandung.

Konserto untuk piano dan orkes Warsawa adalah musik yang diciptakan pada saat yang tepat dan dengan konteks yang tepat. Konserto ini dijadikan musik latar untuk film berjudul Dangerous Moonlight, yang bercerita tentang percintaan antara seorang pianis dan seorang pilot pada perang Dunia II. Tadinya para pembuat film ingin menggunakan Konserto Piano No 2 dari Rachmaninov sebagai latar. Belakangan, gagasan ini dibatalkan dan diganti dengan  Konserto Warsawa yang mirip dengan karya Rachmaninov.

Konserto Warsawa bukanlah konserto penuh yang umum dikenal, karena hanya terdiri dari satu bagian dan berlangsung dalam sepuluh menit. Konserto dibuka secara dramatis dan piano masuk dengan bersemangat - hanya bisa ditandingi oleh pembukaan konserto piano dari Grieg, yang diperkuat oleh pukulan timpani. Tema kedua mengalir dengan lezatnya – melodi yang menjadi sangat terkenal dan cepat dikenal luas di seluruh dunia – asli Rachmaninov (momen cadenza ini diambil langsung dari Konserto Piano no 2 dari Rachmaninov). Tentunya tanpa mengabaikan upaya Addinsell yang “meminjamnya” dari komponis lain, ciptaan ini menjadi sangat indah dan tidak terlalu memanjakan diri. Perlu dicatat bahwa ciptaan-ciptaan hasil campuran seperti ini banyak muncul dalam film maupun rekaman dalam dua dekade berikutnya, tapi banyak dilupakan orang, dan Konserto Warsawa karya Addinsell tetap meninggalkan jejak genre-nya sampai sekarang. Karya Addinsell ini pernah dimainkan oleh pianis Ananda Sukarlan, yang tampil di Konser Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2012 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1-2 September 2012 dengan dirijen kenamaan Indonesia, Addie MS.

Sumber: Wikipedia, www.allmusic.com, C&R Digital.

Simak Konserto Warsawa yang diambil dari pagelaran tahun 2008 dengan pianis Ioana Maria Lupascu, dan dirijen Ovidiu Balan Bacau, diunggah ke YouTube oleh sdfjklri, 5 Desember 2008:








Friday, March 29, 2013

Konserto biola dalam D besar Op 61 (Beethoven)

Beethoven (biography.com/people/ludwig-van-beethoven)

Kebesaran nama Beethoven sebagai komponis musik abadi sudah tidak ada yang meragukannya lagi. Dari sekian banyak karya komponis ternama ini, Konserto biola dalam D besar Opus 61 merupakan salah satu karyanya yang monumental dan banyak dipergelarkan dalam konser-konser musik klasik sampai sekarang. 

Ditulis pada tahun 1806, karya ini dipersembahkan Beethoven untuk Franz Clement, seorang pemain biola yang terkenal pada waktu itu, dan banyak membantu Beethoven dalam menyelesaikan karya operanya, Fidelio. Tapi pada pergelaran perdananya, karya ini kemudian didedikasikan bagi temannya yang lain, Stephen von Breuning. 

Ceritanya, Clement sempat kesal karena bagian solo dari konserto ini dibuat cukup lama oleh Beethoven, dan dia mengatakan dia juga bisa kalau punya waktu cukup lama. Untuk menunjukkan kekesalannya, pada akhir bagian pertama, Clement sempat memasukkan ciptaannya sendiri. Versi lain menceritakan bahwa dia membuat tambahan itu pada bagian akhir saja. Karya ini dianggap gagal dan kurang mendapat tanggapan, sampai pada tahun 1844, pada waktu Beethoven sudah tiada, karya ini dimainkan kembali oleh volinis Joseph Joachim dengan konduktor Felix Mendelssohn. Sejak itu karya ini menjadi terkenal sampai sekarang dan banyak dimainkan dalam konser-konser musik klasik. Keabsahan cerita diatas memang perlu dikaji kembali, karena banyak cerita yang beredar dengan versi yang berbeda-beda pula. Terlepas dari itu semua, Beethoven memang seorang jenius, terbukti dari karya-karyanya yang tetap abadi sampai sekarang.

Mari kita dengarkan karya ini, yang dimainkan oleh Arabella Steinbacher sebagai violinis dengan Walter Weller sebagai konduktor, pada pagelaran tahun 2009 di Madrid, Spanyol, yang diunggah ke YouTube oleh jamishiki362 tanggal 5 Desember 2012:
http://www.youtube.com/watch?v=PvrPGO7ja3k

.
Arabella Steinbacher (Facebook)
Arabella Steinbacher adalah seorang pemain biola kelahiran Munich, Jerman, 14 November 1981, dari ayah seorang Jerman dan ibu Jepang. Pada usia tiga tahun, dengan dorongan ibunya dia mulai belajar memainkan biola melalui guru biola orang Jerman. Pada umur sembilan tahun dia masuk sekolah Munich College of Music dengan mentor Ana Chumachenko. Arabella kemudian tampil di panggung-panggung pergelaran musik klasik di berbagai negara

Pada malam ini (Jum'at, 29 Maret 2013) dia manggung di The Kennedy Center, Washington DC, memainkan karya Beethoven ini untuk tiga hari pertunjukan berturut-turut (28-30 Maret 2013), dengan Marek Janowski sebagai konduktor. Dalam komentarnya, Harian  New York Times mengatakan dia (Arabella Steinbacher) bermain dengan "keseimbangan lirik dan api... yang dipoles halus dan dengan variasi nada palet yang cantik".

Ingin tahu lebih jauh tentang Arabella Steinbacher? Kunjungi situs resminya di:


(Dari berbagai sumber, antara lain Wikipedia, the free encyclopedia).